Halaman

Senin, 13 Januari 2014

ppt materi respon tumbuhan terhadap suhu

Yo Yo masbroh, hari ini yang banjir nya sedang merajalela. Saya suguhkan sedikit kemudahan bagi yang ingin presentasi kuliah fisiologi tumbuhan.
cekidot!

ppt
materi




Jumat, 03 Januari 2014

Traveling to Bandung

Hari ini saya mau ngeposting perjalanan saat ke Bandung. Semoga bermanfaat, dan memang mungkin sangat bermanfaat.

Saya dan teman-teman pergi tanggal 28 - 30 Desember 2013 dengan naik kereta. Zaman sekarang kalau naik kereta harus pesan tiket dulu lewat online jauh-jauh hari (kalau saya 1 bulan sebelum berangkat), dan saya saranin biar gak ribet lewat jasa alfamart saja. Kalau kata temen saya yang pesen sih harganya lebih murah dan cuma minta jasa Rp 3500 per tiket. Nah kalau udah kelar tinggal tunggu hari keberangkatan dan kita tuker bukti pembelian ke loket di stasiun. Jadi, jaga baik-baik tuh bukti pembayaran. 
Di Bandung kita nginep di hotel yang bernama H****** I****, kenapa saya blur? Karena tempatnya benar-benar gak enak banget. Kita pergi saat akhir tahun, yang pastinya ramai banget Bandung. Jadi kita dapat hotel yang sisa-sisa akhir. Makanya kalau mau pergi saat libur-libur besar, pesan hotel 2 bulan sebelumnya deh. 

Tanggal 28 Desember 2013
Sehari sebelumnya saya hampir lupa kalau perginya tanggal 28 Desember, baru ingat waktu sore nya hahaha. Makanya gak ada persiapan yang macem-macem, hanya bawa baju dan uang juga yang ada di dompet, gampang sih kalau duit tinggal gesek di ATM. Kalau lihat jadwal sebenarnya berangkat jam 10.15 pagi, jadi saya berangkat dari rumah jam 8 biar sampainya jam 9 lewat. Eh ternyata eh ternyata, namanya juga Indonesia, ketika tiket udah di cairkan, jadwal berubah menjadi jam 10.50 (ngapain saya di stasiun selama 1,5 jam nunggu!!!!What the fucks!). Yah, akhirnya kereta ke Bandung berangkat deh. Seperti saya utarakan di atas, saya hanya membawa baju, alamat kelaperan di dalam kereta deh. Mau beli di kantin kereta, harga mahal banget. Saya yang beli bakwa harga seribu aja nawar habis-habisan ampe dapet gopek, gak mungkin beli makanan di kereta. Perjalanan selama 3 jam benar-benar menyiksa karena perut terus-terusan merongrong. 
pemandangan dari atas kereta
Akhirnya tiba di Bandung, kita langsung menuju hotel yang terletak di jalan gatot subroto. Di sini saya kasih info lagi, supir angkot di Bandung banyak yang nyerempet tukang tipu, jadi kalau mau pergi ke mana-mana tanyalah penduduk sekitar, baru memutuskan naik angkotnya. Balik lagi ke menuju jalan gatot subroto atau disingkat gatsu (keren ya!), saya saranin naik angkot warna hijau jurusan ST.HALL (stasiun bandung)- Gedebage, dan tanya dulu apakah lewat gatsu atau tidak. Soalnya mereka suka nurunin di tengah jalan seenaknya (biasanya sih sampai ITC Pasar Baru). 
Kita sampai di hotel jam 4 sore, karena sudah kelelahan kita memutuskan makan malam saja sekalian. Kita makan di daerah jalan burangrang, tujuan saya cuma martabak San Fransisco yang katanya enak, dan ternyata emang enak banget (martabak ini cabangnya di Bandung banyak kok). Kita makan di suatu food court pinggir jalan, saya kira harganya standar, tahu-tahu nya!!! mahal gila. Saya beli nasi goreng telur biasa harganya 20rb. Dan memang biasa sekali rasanya, no special. Untung saya bawa minum sendiri, jadi duit cuma wat bayar makanannya. Tau gini mah mending saya makan di restoran sekalian, ketauan deh mahal tapi enak.
Malam pertama di Bandung (lebih tepatnya di hotel H**** I****) bikin tidur gak nyenyak. Pertama, kamar mandi tidak bersih, sudah kaya kamar mandi umum. Kedua, kasur jebol dan spreinya putih dekil kulit langsung gatal-gatal dan hidung bersin-bersin (akhirnya saya tidur dengan tetap menggunakan jaket). Ketiga, remot tv gak ada, mana tombol channel di tv nya udah mblesek ke dalam (jadi kita kalau mau ganti channel cuma bisa satu arah). 


Tanggal 29 Desember 2013
Hari kedua yang paling saya tunggu-tunggu, tracking ke Taman Hutan Raya Djuanda yang nanti tembusnya ke Maribaya. Untuk menuju ke Tahura Djuanda, kita naik angkot jurusan Kelapa-Dago dari arah simpang lima, nah kita minta turunin abangnya di titik tracking ke Tahura (saya lupa nama daerah nya). Dari titik ini kita menuju ke gerbang Tahura melewati rumah penduduk (jaraknya sekitar 500 m). Bayar masuk ke Tahura Rp 10.500 (karena kita ber4, jadinya minta korting gopek). 
Sepanjang perjalanan sejauh kurang-lebih 6 km ini, kita melewati goa Jepang, goa Belanda, dan air terjun. Nostalgila banget pas tracking di sana, ingat masa-masa kuliah, dan ternyata saya masih sanggup tracking (karena selama 1 tahun ini kalau kemana-mana selalu naik motor). Tahura bagus juga untuk kuliah botani, karena sepanjang jalan, pohon-pohon nya di beri papan nama ilmiah dan nama daerah sehingga bisa buat belajar sekalian.
Istirahat dulu setelah tracking panjang

Pohon Eucalyptus yang warna kulitnya keren abis 

Di dalam Tahura ada tuakang ojeknya, jadi buat yang gak kuat jalan bisa menggunakan jasa tersebut. Di goa Jepang dan Belanda juga ada jasa penyewaan senter (@Rp 5000). Goa nya gak terlalu panjang, dan saya saranin sih buat yang gak mau keluar duit silakan bawa senter sendiri. Selain itu mereka juga menawarkan jasa memandu ke dalam goa Jepang (kalo goa Belanda gak usah pake pemandu, karena jalannya lurus doank yang ujungnya udah keliatan).
Untuk masalah makanan, jangan takut karena di sepanjang jalan setapak ada banyak warung penjual makanan dan minuman. Saya sempat makan indomie rebus (karena belum sarapan), sensasinya beda karena dimasak pakai kayu bakar. Jadi, seperti ada rasa-rasa asap. 
Sesampainya di air terjun yang saya tidak tahu namanya, kita stak di sana. Karena Maribaya tujuan kita sedang tutup, akhirnya kita mencari aliran sungai yang tempatnya bisa kita main air dulu. Setelah itu kita balik lagi ke gerbang Tahura, jadi total perjalanan tracking kita kurang lebih 12 km. 
Entah karena kekuatan cewe atau nafsu, pulangnya kita berencan belanja wat oleh-oleh. Saya sih mau nya ke daerah dago karena di sana banyak outlet-outlet yang fashion nya keren-keren abis. Tapi karena melihat kondisi teman-teman saya, akhirnya kita ke pasar baru saja. Kalau di Jakarta mungkin seperti pasar kebanyakan karena yang di jual sama dan harga juga sama. Oleh-oleh makanan Bandung nya pun di Jakarta juga ada, jadi saya tidak terlalu excited. Saya hanya membeli baju buat keponakan dan tas ransel yang bahannya dari karung goni (keren deh). Oh iya, kalau mau ke pasar baru dari Tahura naik angkot kelapa-dago lagi ajah.
Sampainya di hotel, kaki udah minta di lepas ajah, pegel banget. Dan di malam kedua kita bisa tidur nyenyak karena kecapaian.

Tanggal 30 Desember 2013
Hari ini kita berencana ke gedung sate, naik angkot tujuan ledeng-cicaheum kalau dari gatsu. Karena saat itu adalah hari senin, jadi kita tidak di izinkan masuk untuk berwisata. Akhirnya cuma bisa foto-foto deh.

Habis dari gedung sate saya jalan kaki menuju Kartika Sari (yang jual brownis), itulah saya baru beli oleh-oleh. Kalau ke Bandung gak bawa brownis rasanya gimana gitu.
Akhirnya pulang deh, di stasiun saya sempet-sempetin beli brownis gulung (yang kata produknya oleh-oleh model baru dari Bandung, percaya aja deh). Saya sampai Jakarta jam setengah 7 malem. Naik busway di hari senin dan jam pulangnya kerja adalah nyari mati. Dan saya memutuskan untuk mencari mati, aje gile nunggu busway ampe 1,5 jam. Itu juga saya paksa dorong masuk, kalau gak bisa-bisa baru dapet busway jam 10 malem.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

Materi dan PPT Metabolisme lipid

Hari saya mau posting materi kuliah endokrin yang saya presentasikan. semoga membantu.
bisa klik materi dan ppt


Kamis, 02 Januari 2014

CERPEN

DEAR SNOW

Entah sejak kapan rasa suka ini jadi semakin besar. Setiap kali ku memejamkan mata ini, bayangan wajahnya selalu terlihat. Aku menyesal mengapa baru kusadari perasaan ini sekarang. Potongan puzzle ingatan mulai ku susun kembali.
“Yuki, Yuki, Yukiiiiiiii!” aku memanggilnya dengan sekuat tenaga.
“Hah! Ada apa? Apakah harus berkali-kali menyebut namaku!?” berjalan malas ke arahku.
                Yuki Shota, laki-laki yang membuatku jatuh cinta. Kami satu kelas sejak tingkat 2 di SMA. Aku tidak pernah menganggapnya spesial. Yah, dalam bentuk nyatanya memang tidak ada sesuatu yang membuat dia menjadi spesial. Badannya tidak terlalu tinggi, wajahnya juga tidak terlalu tampan, akademis juga tidak bisa dikatakan cerdas, tidak terlalu banyak bicara, bisa dibilang orang yang biasa saja. Tempat duduk kami pun terpisah sangat jauh. Ditambah lagi aku yang antisosial, benar-benar tidak menimbulkan kesan. Tetapi hal itu sedikit berubah ketika di tingkat 3 SMA. Tempat duduk kami berdekatan sehingga mulai terbentuk interaksi antara kami berdua.
“Hahaha, aku hanya senang menyebut nama ‘Yuki’. Habisnya nama itu artinya kan salju, dan aku sangat suka salju!” dengan gembira aku menggodanya.
Dia menatapku dengan pandangan kosong, dan mulai berbalik meninggalkanku. Akupun hanya tersenyum melihatnya seperti itu. Sejak aku mengenalnya ternyata dia mempunyai karakter yang sangat unik sehingga aku senang menggodanya. Yang membuatku tambah senang adalah Yuki tetap memperlakukan ku seperti teman-teman yang lainnya. Mungkin kalau laki-laki lain sudah sebal dengan kelakuanku yang seenaknya.
Aku tidak tahu apakah saat itu aku menyukainya atau tidak. Mungkin bisa dikatakan naif, tetapi pikiranku saat itu memang tertutup mengenai cinta. Aku merasakan pahitnya cinta yang kekanak-kanakan. Hanya karena seseorang baik kepada kita, maka kita pun mengannggapnya menyukai kita. Pada akhirnya kesalahpaham itu membuat hati kita terluka. Akupun memutuskan bahwa akan mencintai seseorang yang mencintai diriku. Tetapi sepertinya hati yang beku itu perlahan-lahan hancur oleh kehangatan hati Yuki.
“Hei, Atsuki! Ace kakaknya Luffi mati bareng Shirohige!”, dengan tiba-tiba Yuki berbicara begitu saat aku sedang membaca komik One Piece.
“Iya, dan itu sudah sangat ketinggalan. Aku sedang membaca saat perang Luffy sudah ada di Pulau wanita. Aku ini otaku One Piece , jadi tidak mungkin aku ketinggalan beritanya”, setelah berbicara dengan tegasnya, dia pergi dengan wajah datarnya.
Aku benar-benar bingung dengan tingkahnya itu. Berulang kali dia berperilaku seperti itu saat aku membaca komik. Tetapi lama-lama aku menyadari bahwa itu caranya mengajakku mengobrol. Karena ketika aku sudah membaca komik di kelas, itu tandanya aku merasa terasing karena tidak ada yang mengajakku ngobrol. Yah, Yuki memang sangat baik dengan caranya sendiri. Bahkan dia sangat baik pada diriku yang antisosial ini.
Bongkahan es yang sedikit retak ini akhirnya pecah dan menjadi lelehan air karena suatu peristiwa yang selalu kuingat. Saat itu aku dan Yuki pergi bersama untuk mendaftar masuk Universitas negeri di daerah Chiba. Yuki bersedia pergi bersamaku karena aku tidak tahu bagaimana menuju ke sana.
“Atsuki, jangan jauh-jauh dariku.” dia berkata seperti itu saat kita masuk ke dalam kereta yang menuju Chiba.
Aku yang terbiasa melakukan semuanya sendiri benar-benar terkejut. Yuki memperlakukan diriku sebagai seorang wanita yang patut dilindungi. Yah, saat itupun aku tersadar bahwa aku mencintainya. Sepanjang hari pikiranku tak bisa tenang, aku merasa berkhianat terhadap kebijakanku sendiri. Tetapi perlakuan Yuki terhadapku benar-benar membuat cintai ini semakin meluap.
Aku membuka mata perlahan. Puzzle yang telah tersusun membuatku bertekat untuk menyatakan cinta. Tidak, tidak, aku tidak ingin memaksanya untuk mencintai diriku. Aku tahu bahwa aku tidak boleh terlalu percaya diri kalau Yuki juga mencintaiku. Aku hanya ingin Yuki tahu perasaanku. Aku pun berlari sepanjang lorong sekolah mencari Yuki.
“Yuki, Yuki, Yukiiii kau ada di mana?”, aku berteriak memanggilnya tidak peduli anak-anak lain melihatku. Ah, itu dia, sedang duduk sendirian di bawah pohon sambil memakan roti.
“Ada apa? Mau roti?” dengan wajah bodohnya dia menawariku roti.
“Aku hanya mau bilang sesuatu, yang kalau tidak diutarakan akan membuat kepalaku meledak. Tetapi sebelumnya kau harus janji, kau tidak akan menjauhiku, tetap bersikap biasa terhadapku, kalau kau marah bilang saja biar aku bisa minta maaf. OK!?”
“Hah~, baiklah.” menjawab sambil meremas bungkus roti dan membuangnya ke tong sampah.
“Yuki, aku suka padamu!” aku berkata sambil tersenyum seperti anak kecil.
“Aku tahu. Kau selalu bilang seperti itu. Karena aku salju kan. Memangnya, aku menjauhimu selama ini? Aku sih senang-senang saja kalau ada yang suka dengan namaku. Ayo, masuk kelas. Bel sudah berbunyi.” dia pun berdiri dan mulai berjalan ke arah kelas.
Bukan, bukan seperti ini harapanku. Dia salah paham, aku tidak bisa berdiam diri saja.
“Yuki, bukan nama yang ku maksud. Tapi dirimu, dirimu. Aku suka padamu. Aku tidak meminta dirimu untuk membalas perasaanku. Aku hanya ingin tahu, apakah kau marah dengan perasaan ku ini? Kau sudah janji kan!?”
Yuki pun berbalik saat mendengar pernyataanku, dia pun berjalan mendekatiku.
“Atsuki, kenapa aku harus marah!? Aku kan sudah bilang, aku sih senang-senang saja kalau ada yang suka padaku, mau itu nama, tubuh, rambut, atau diriku. Gak enak banget kan kalau ada yang benci sama kita.” setelah berkata seperti itu dia berjalan kembali menuju kelas.
Aku tidak mengerti maksud perkataannya, tetapi yang jelas dia tidak marah padaku. Itu sudah cukup, karena aku takut rasa cinta ini menjadi sesuatu yang aku sesali. Yah, aku tidak boleh terburu-buru. Aku pun berjalan menuju kelas. Wajahku menjadi memerah bahagia, karena dia menungguku di lorong sekolah.
“Jangan suka bengong di sekolah” katanya tetap dengan wajah datar.
Yuki.....kau memang seperti yuki di musim dingin.


ada sambungannya DEAR SNOW part II
*Yuki = dalam bahasa jepang adalah salju

Terispirasi dari lagu Arashi yang berjudul Dear Snow,

Yuki wa tada shizuka ni maru de anata no you ni
Kono kata ni mai orite sotto hohoemu
Te de furereba kitto kiete shimau kara

Kono mama de hitori me wo toji anata kanjiru

Kamis, 12 Desember 2013

EVOLUSI TAKSONOMI

Spesies biologis adalah suatu populasi atau group populasi yang anggota-anggotanya memiliki kemampuan untuk kawin sesamanya dan menghasilkan keturunan.
Contoh:
-          2 ekor kelinci berasal dari satu spesies yang sama
-          Tetapi kucing dan kelinci berasal dari 2 spesies yang berbeda
Nama spesies: nama ilmiah yang diberikan oleh ahli taksonomi menurut cara nomenklatur yang disebut system binomial. Jadi nama spesies terdiri dari 2 kata (binomial), nama pertama menunjukan nama genus, sedangkan kata kedua menunjukan nama spesies.
Contoh
Oryza sativa = nama spesies untuk tanaman padi
Oryza = nama genus, dalam kelompok genus ini
Terdapat nama spesies lain yang bersaudara (sama-sama satu genus), ialah Oryza glaberrima (padi afrika), dll.
Spesies yang berbeda terkadang mempunyai bentuk serupa (contoh semut hitam dengan semut gula. Aneka bambu adalah berbeda spesies tetapi serupa).
Sebaliknya spesies yang sama kadang-kadang juga banyak bedanya (contoh aneka jenis tanaman padi dalam satu spesies Oryza sativa. Subspesies= dua atau lebih kelompok populasi yang masih etrgolong satu spesies yang sama, tetapi memiliki sifat genetic yang hamper serupa. Kedua subspecies terkadang masih dapat kawin sesamanya.

Spesiasi Alopatrik
Pada spesiasi alopatrik, proses-proses geologis dapat memisahkan suatu populasi menjadi dua atau lebih populasi yang saling terisolasi. Suatu daerah pegunungan bisa muncul dan secara perlahan-lahan memisahkan organisme yang hanya menempati dataran rendah, suatu glasier yang bergeser secara perlahan-lahan bisa membagi suatu populasi, suatu jembatan darat (seperti Genting Panama) bisa membentuk dan memisahkan kehidupan laut pada kedua sisinya, atau suatu danau besar bisa surut sampai terbentuk beberapa danau yang lebih kecil dengan populasi yang sekarang menjadi terisolasi. Jika individu-individu menempati daerah baru yang terisolasi secara geografis, populasi yang membentuk koloni itu bisa menjadi terisolasi dari populasi tetuanya.
Seberapa kuat sawar geografis yang diperlukan untuk mempertahankan populasi alopatrik tetap terpisah satu sama lain tergantung pada kemampuan organisme itu untuk menyebar, mobilitas hewan atau daya penyebaran spora, serbuk sari, dan biji-bijian tumbuhan. Grand Canyon sangat mudah diseberangi oleh burung elang atau burung lain, namun merupakan sawar yang tidak dapat dilewati oleh populasi hewan pengerat kecil yang lingkungan hidupnya terbatas di salah satu sisi utara atau selatan ngarai tersebut. Salah satu contoh spesies alopatrik adalah kedua spesies tupai antelope yang menempati sisi tebing yang berlawanan di Grand Canyon. Pada tebing selatan hidup tupai antelope Harris (Ammospermophilus harrisi). Beberapa mil dari daerah itu pada tebing sisi utara hidup tupai antelope berekor putih (Ammospermophilus leucurus), yang berukuran lebih kecil dan memiliki ekor yang lebih pendek dengan warna putih di bawah ekornya.
Apabila suatu populasi menjadi alopatrik, kemungkinan terjadinya spesiasi sangat besar karena kumpulan gen yang terisolasi itu akan mengakumulasikan perbedaan genetik yang disebabkan oleh adanya mikroevolusi. Akan tetapi, populasi terisolasi yang berukuran lebih kecil lebih mungkin untuk mengalami perubahan yang cukup besar untuk menjadi spesies baru, dibandingkan dengan populasi berukuran besar.
Isolasi geografis suatu populasi kecil umumnya terjadi pada daerah pinggiran tempat hidup populasi tetua. Populasi yang memisahkan diri itu, yang disebut sebagai isolat periferal, adalah suatu calon yang baik untuk terjadinya spesiasi karena tiga alasan :
  1. Kumpulan gen isolat periferal mungkin berbeda dari kumpulan gen permulaan populasi tetua. Jika jumlah isolat periferal cukup kecil, maka akan terdapat efek pendiri yang menghasilkan suatu kumpulan gen yang tidak mewakili gen populasi tetuanya.
  2. Sampai isolat periferal menjadi populasi yang besar, hanyutan genetik akan terus mengubah kumpulan gennya secara acak. Mutasi baru atau kobinasi alel yang ada saat ini bersifat netral dalam nilai adaptasinya bisa menjadi tetap (fixed) dalam populasi semata-mata hanya karena faktor kebetulan, sehingga menyebabkan perbedaan genotip dan fenotip dari populasi tetua.
  3. Evolusi yang disebabkan karena seleksi alam bisa mengambil arah yang berbeda dalam isolat periferal dibandingkan dengan di dalam populasi tetua.
Evolusi bayak spesies yang beradaptasi secara meluas dari tetua yang sama disebut dengan penyebaran (radiasi) adaptif (adaptative radiation). Contohnya penyebaran adapti burung finch Galapagos yang sangat jelas terlihat pada banyaknya jenis paruh yang dikhususkan untuk jenis makanan yang berbeda-beda, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Di bawah ini merupakan model penyebaran adaptif pada serangkaian pulau. Angka 1 menunjukkan satu pulau dalam kumpulan tiga pulau ini ditanami biji-bijian dari suatu koloni  kecil yang dibentuk oleh individu spesies A, yang tertiup dari populasi daratan utama. Angka 2 menunjukkan bahwa kumpulan gennya sekarang terisolasi dari spesies tetuanya, populasi pulau itu berevolusi menjadi spesies B seiring dengan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan barunya. Angka 3 menunjukkan bahwa Badai atau agen penyebar lainnya menyebarkan spesies B ke pulau kedua. Angka 4 menunjukkan bahwa koloni yang terisolasi itu berevolusi menjadi spesies. Angka 5 menunjukkan bahwa setelah itu individu dari spesies C kembali ke pulau pertama dan hidup bersama dengan spesies B, tetapi sawar reproduktif mempertahankan kedua spesies sebagai spesies yang berbeda. Angka 6 menunjukkan bahwa koloni spesies C bisa juga pindah ke pulau ketiga. Angka 7 menunjukkan bahwa spesies C menyesuaikan diri dan membentuk spesies D. Angka 8 menunjukkan bahwa spesies D tersebar ke kedua pulau tetuanya. Angka 9 menunjukkan bahwa setelah itu spesies D berkembang menjadi spesies baru yaitu spesies E pada salah satu pulau.




Spesiasi Simpatrik
Dalam spesiasi simpatrik, spesies baru muncul di dalam lingkungan hidup populasi tetua, isolasi genetik berkembang dengan berbagai cara, tanpa isolasi geografis. Sebagai contoh, dalam sebuah generasi tunggal sebuah spesies baru (yang didefinisikan oleh konsep spesies biologis) dapat dihasilkan jika perubahan genetik yang dihasilkan menyebabkan sawar reproduktif antara mutan dan populasi tetua. Banyak spesies tumbuhan dihasilkan secara tidak sengaja selama pembelahan sel yang mengakibatkan  tambahan jumlah kromosom, yaitu kondisi mutan yang disebut dengan poliploidi. Suatu autopoliploidi (Bahasa Yunani, autos: ”sendiri”) adalah individu yang memiliki lebih dari dua kumpulan kromosom, dan semuanya diperoleh dari satu spesies. Sebagai contoh, kegagalan meiosis selama produksi gamet dapat melipatgandakan jumlah kromosom dari jumlah diploid (2n) menjadi jumlah tetraploid (4n). Kemudian tetraploid dapat membuahi dirinya sendiri (penyerbukan sendiri) atau kawin dengan tetraploid yang lain. Namun demikian, mutan itu tidak akan berhasil kawin dengan tumbuhan diploid dari populasi aslinya, keturunannya, yang akan menjadi triploidi (3n), menjadi steril karena kromosomnya yang tidak berpasangan menyebabkan meiosis yang abnormal. Dalam satu generasi saja, suatu sawar pascazigotik telah menyebabkan isolasi reproduktif dan telah menghambat aliran gen antara populasi tetraploid yang sangat kecil (mungkin hanya terdiri atas satu tumbuhan pada mulanya) dengan populasi diploid tetuanya di sekitarnya.
Spesiasi simpatrik dengan autopoliploidi ditemukan pertama kali pada awal tahun 1990-an oleh ahli genetika Hugo de Vries 1990-an ketika ia sedang mempelajari genetika sejenis bunga primrose ketika ia sedang mempelajari genetika sejenis bunga primrose malam (Oenothera lamarckiana), suatu spesies diploid dengan 14 kromosom. Suatu hari, de Vries memperhatikan munculnya suatu varian yang tidak biasa diantara tumbuhannya, dan pemeriksaan mikroskopis memperlihatkan bahwa tumbuhan itu bersifat tetraploid dengan 28 kromosom. Ia menemukan bahwa tumbuhan itu tidak mampu kawin dengan bunga mawar diploid, dan ia menamai spesies baru itu Oenothera gigas.
Tipe lain dari spesies poliploid yang jauh lebih umum ditemukan dibandingkan dengan autopoliploidi disebut dengan alopoliploidi. Suatu alopoliploidi dihasilkan ketika dua spesies yang berbeda saling mengawini dan menyatukan kromosomnya. Hibrida antar spesies umumnya mandul karena kumpulan kromosom haploid dari satu spesies tidak dapat berpasangan selama meiosis dengan kumpulan kromosom haploid dari spesies yang lain. Meskipun tidak subur, suatu hibrida mungkin saja lebih kuat dan sehat dibandingkan dengan induknya dan memperbanyak dirinya secara aseksual yang dapat dilakukan oleh banyak tumbuhan). Di bawah  ini merupakan gambar mengenai autopoliploidi dan alopolipoidi.

                                Gambar Spesiasi Simpatrik melalui Poliploidi pada Tumbuhan
                Banyak tumbuhan yang kita tanam untuk menghasilkan makanan bersifat poliploidi. Gandum, kapas, kentang dan tembakau adalah sebagian spesies poliploidi yang penting bagi pertanian. Gandum yang digunakan untuk roti, Triticum aestivum adalah suatu alopoliploid yang mungkin mulai ada sekitar 800 tahun silam sebagai suatu hibrida spontan antara gandum yang dibudidayakan dengan rumput liar. Di bawah ini merupakan gambar evolusi gandum (Triticum).


                Pada gambar di atas, spesiasi simpatrik pertama menghasilkan gandum emmer, yang diturunkan dari hibridisasi antara Triticum liar dengan spesies yang telah dibudidayakan (T.monococcum) yang telah dibudidayakan untuk menghasilkan makanan di Timur Tengah selama paling tidak 11.000 tahun. Hibridisasi kedua, antara gandum emmer dan spesies liar (T. Tauschi), menghasilkan gandum roti sekitar 8000 tahun yag lalu. Huruf A, B dan D menggambarkan kromosom yang dapat dilacak sampai ke spesies tertentu. Dengan demikian gandum roti ini memiliki kromosom yang diturunkan dari tiga spesies tetua yang berlainan.
Spesiasi simpatrik bisa juga terjadi dalam evolusi hewan, meskipun mekanisme yag terjadi berbeda dari penggandaan kromosom pada tumbuhan. Hewan dapat  terisolasi secara reproduksi di dalam daerah geografis suatu populasi tetua jika faktor-faktor genetik menyebabkan mereka menjadi terikat pada sumber daya yang tidak digunakan oleh populasi tetua.
Dengan terjadinya spesiasi, maka akan dijumpai adanya keanekaragaman organisme. Untuk mempelajari dan mengenal organisme yang beranekaragam ini, manusia melakukan klasifikasi.



Penghalang Geografis dan Ekologis
Contoh isolasi ekologis adalah hewan singa dengan harimau. Keduanya terisolasi secara ekologis. Habitat hewan singa adalah padang rumput yang terbuka, sedangkan hewan harimau menggunakan habitat hutan lebat dan tergolong hewan soliter. Kedua hewan ini secara ekologis tidak bertemu untuk kawin. Tapi pengamatan di kebun binatang menunjukan bila hewan ini dimasukan dalam satu kandang, mereka dapat kawin sesamanya dan menghasilkan keturunan. Perkawinan singa dan harimau dengan demikian tidak terjadi di alam tetapi dapat terjadi di kandang (buatan manusia).
Dalam jang panjang singa dan harimau dapat terpisah secara reproduktif karena isolasi geografis.


Muslim, Choirul. 2008. Buku Teks Evolusi. Bengkulu:UNIB Press

Senin, 09 Desember 2013

FF : LIAR GAME (OCHAN VS NINO)!?

               LIAR GAME (OCHAN VS NINO)!?

 “Otsukaretasama!”, membungkuk dengan lelah ke para staff. Pengambilan gambar di hari itu benar-benar membuatnya lelah. Dia berjalan menuju stasiun kereta, waktu menunjukkan pukul 11 malam  saat dia melirik ke arah jam dinding di depan stasiun.
                Stasiun tampak sepi untuk ukuran pusat kota Tokyo, tetapi ini malah menguntungkannya karena tak perlu menyembunyikan wajahnya di tempat umum.
                Rasa kantuknya tak dapat ditahan lagi walaupun dia tertidur selama 30 menit perjalanan di kereta tadi. Dengan jalan yang sudah sedikit tak beraturan dia menuju kamar apartemennya. Matanya terbuka lebar sebentar saat melihat sebuah koper hitam dengan amplop hitam diatasnya,  tergeletak di depan pintu apartemennya. Dia mengambil amplop tersebut dan membaca tulisan yang ada di muka amplop,

                “To : Mr. Ohno Satoshi”
                                                From : LGT

                Melihat surat yang ditujukan untuknya tersebut, Ohno benar-benar tidak bisa berpikir apa-apa karena rasa kantuk dan lelahnya membuat tombol otaknya dalam keadaan “turn off”. Dia pun langsung masuk ke kamarnya, meletakkan koper hitam beserta suratnya di sudut ruangan. Ohno pun melanjutkan tidurnya yang tertunda.
                Di tempat yang berbeda. sebuah koper dan surat hitam juga tergeletak di depan sebuah kamar apartemen milik Ninomiya Kazunari. Tapi sayangnya saat itu Ninomiya menginap di apartemen Aiba.
                “Hahaha, aku tak sabar melihat pertarungan antara Satoshi dan Kazunari untuk mempertahankan uang 100juta yen tersebut”, seorang pria yang merupakan otak dari permainan Liar Game ini memperlihatkan wajah liciknya.
                “Tuan, mengapa anda memilih mereka berdua untuk saling bertarung? Bukankah mereka teman satu grup yang sudah bersama selama 14 tahun!?” seorang wanita kaki tangan nya bertanya sambil membungkuk.
                “Kau tidak tahu, manusia akan memperlihatkan wajah aslinya jika sudah dihadapkan dengan uang. Aku benci melihat mereka di televisi, seakan-akan kehidupan mereka selalu tidak ada masalah. Aku paling benci dengan orang yang disebut Leader. Wajah tidak terlalu tampan, suka bengong, anak mami, pendek, kenapa bisa terkenal dan disukai banyak orang!”, menggigit bibirnya karena menahan rasa marah.
                “Aku ingin melihat dia terpuruk oleh temannya sendiri, aku memilih Nino karena dia terkenal paling pelit dan sifat nya tidak baik.”
Dua hari berlalu, sang pemimpin bertanya kepada kaki tangannya bagaimana perkembangan pertarungan Ohno dengan Nino,
                “Bagaimana kondisi mereka berdua? Apakah wajah asli mereka sudah terlihat!?”
                “Tuan, mereka sama sekali belum membuka koper berisi uang tersebut. Bahkan mereka belum membaca surat dari LGT” sang kaki tangan menjawab tetap dengan poker face
                “WHAT THE HELL!!!!!!! Apa yang mereka lakukan!?” sang tuan marah dengan wajah kodoknya.
                “Sepertinya tuan Satoshi Ohno dan Kazunari Ninomiya sedang ada tour ke Nagoya. Bahkan tuan Kazunari tidak pulang ke apartemennya di hari kita mengantarkan koper tersebut. Tuan, sepertinya niat anda untuk melihat pertarungan mereka akan tertunda selama sebulan karena mereka akan tour keliling Jepang untuk konser Anniversar” sang kaki tangan menjelaskan dengan suara dingin yang di tekankan
                “TIDAKKKKKKKKKKKKKK!” teriak sang tuan dengan suara yang memilukan.


                                                                                                                To be continued

Senin, 04 November 2013

HAMADA TATSUOMI DAN OCHAN

Buat penggemar movie Kaibutsu Kun yang dibintangi oleh ridaa kita Ohno Satoshi tentu tahu dengan Hamada Tatsuomi yang berperan sebagai Hiroshi, teman baik Kaibutsu Kun. 
Hamada yang sangat sangat sangat imut di film yang diproduksi tahun 2010 ini ternyata telah sangat berubah menjadi cowok yang sangat sangat sangat kawai dan kakkoi. Member Arashi pun sangat kaget dengan perubahan Hamada yang sudah beranjak dewasa saat menjadi bintang tamu di VS Arashi. Lihatlah foto perbandingan di bawah ini.

TAHUN 2010


TAHUN 2013
Kalau dilihat dari tinggi badan di atas, berarti Hamada setinggi saya donk. Aduh~, kalau punya murid sekawai ini sih gak bakalan bisa marah-marah deh.
Ya ampun Ohchan~